Sistem Kerja Pompa Hydrant

pompa-diesel-hydrant

pompa-diesel-hydrant

Sistem Kerja Pompa Hydrant

Sistem Kerja Pompa Hydrant meliputi beberapa hal yang harus diketahui oleh setiap orang dalam lingkungan kerja perusahaan, pabrik, sekolah, dan tempat lainnya yang memasang sistem fire pompa hydrant harus mengetahui ancaman apa yang dapat memicu terjadinya kebakaran. Pompa hydrant merupakan sistem untuk perlindungan terhadap kebakaran yang menggunakan media air dan pipa hydrant secara umum hampir mirip dengan sistem pipa air pada rumahan untuk mengalirkan air. Tetapi dalam perbedaannya prinsip kerja pompa hydrant yang membedakan dari pompa air biasa adalah pompa khusus fire hydrant digunakan serta komponen yang digunakan untuk merancang sistem kerja pompa hydrant.

Sistem hydrant terdiri dari beberapa alat yang dirangkai untuk membantu pemadam kebakaran dalam memadamkan api. Dalam definisi lain, sistem hydrant adalah sistem untuk menyuplai air dengan pompa hydrant, yang tekanan dan laju alirannya cukup untuk mendistribusikan air melalui pipa ke bangunan. Pipa tersebut diletakkan secara strategis atau dilengkapi dengan beberapa valve menuju pusat kebakaran.

Tempat Penyimpanan Air Pompa Hydrant (Tandon / Reservoir)

Tandon air dimaksudkan untuk memberikan pasokan air yang cukup agar dapat digunakan dalam keperluan sistem kerja hydrant. Pasokan air untuk sistem fire hydrant dapat berasal dari sumber air seperti penyediaan air statis, seperti tangki atau bendungan. Penyimpanan air juga harus mencakup  pengisian otomatis (air tambahan) yang kemungkinan berkurang akibat penguapan, kebocoran, pengujian periodik, dan lain-lain. Kapasitas atau volume pasokan air atau penyimpanan juga harus diperhitungkan sebagai bagian dari hidrolik analisis.

Sistem Pompa Hydrant

Dalam beberapa situasi di mana analisis hidrolik telah menetapkan bahwa pasokan air tidak cukup untuk kebutuhan bangunan, satu atau lebih Paket Pompa Booster mungkin diperlukan. Sebuah pompa dapat terdiri dari kombinasi yang meliputi diesel pump, electrical pump, dan jockey pump. Sistem ini untuk mempercepat pasokan air ke fire hydrant pillar.

Sistem Distribusi Pompa Hydrant Aliran Air

Untuk mengarahkan air dari titik asal (supply) ke tujuan (hydrant valve) memerlukan serangkaian pipa sebagai pendistribusi dengan ukuran yang  telah ditentukan. Sistem distribusi aliran air ini meliput pipa hydrant untuk mendistribusikan air dari tandon air yang didorong dengan fire hydrant . Dibutuhkan waktu minimal 30 menit untuk memasok air ke fire hydrant supaya siap digunakan ketika mobil pemadam api datang.

Sistem Pemancar Air Dalam Pompa Hydrant

Serangkaian alat ini berfungsi menyediakan titik-titik  untuk pemadam kebakaran dalam menyediakan air tambahan untuk sistem fire pompa hydrant jika berada dalam keadaan darurat. Sistem ini meliputi fire hose yang sudah terkoneksi dengan fire hose coupling mengalirkan dari fire hydrant. Kemudian di tambah dengan nozzle untuk memaksimalkan pancaran ke titik api. Atau dengan menggunakan Water Monitor untuk memancarkan ke sumber titik api.

Pengecekan Dan Maintenance Atau Pemeliharaan Sistem Fire Hydrant

Supaya prinsip kerja fire hydrant tetap dapat bekerja secara maksimal harus di lakukan pengecekan dan maintenance minimal satu tahun sekali. Tes dan survei untuk memastikan bahwa alat-alat masih dalam keadaan baik untuk memenuhi tujuan utamanya yaitu keselamatan dalam memadamkan kebakaran.

Jenis Pompa Hydrant

jenis-pompa-hydrant

Jenis Pompa Hydrant

Jenis Pompa Hydrant

Ada beberapa jenis pompa hydrant yang perlu Anda ketahui dan kenali. Baik dari nama dan spesifikasinya dari tiap pompa yang bersangkutan. Informasi tersebut minimal dapat menambah pengetahuan Anda kaitannya di bidang pemadam kebakaran. Lebih spesifik lagi, yaitu sistem fire hydrant yang menggunakan pompa sebagai alat untuk menyedot sekaligus mengalirkan air dari sumber air yang disiapkan ke dalam saluran-saluran tertentu.

Perlu diketahui bahwa sistem pemadam kebakaran dengan memanfaatkan hydrant memang sangat efektif untuk mengatasi berbagai kebakaran. Terutama kebakaran yang terjadi di berbagai gedung, kompleks pertokoan atau perkantoran, serta fasilitas umum lainnya. Proses pemadaman dengan menggunakan fire hydrant dapat dilakukan secepat mungkin.

Sistem bisa difungsikan secara otomatis karena terdapat panel indikator di dalamnya. Jadi, tidak perlu menunggu mobil pemadam kebakaran yang datangnya bisa menempuh waktu lama. Bayangkan, berapa banyak nilai aset dan harta benda dilalap si jago merah jika harus menunggu mobil pemadam sekitar 30 menit, 1 jam, atau lebih dari itu. Oleh karenanya, sangat disarankan berbagai gedung dan perkompleksan di kota-kota besar memiliki sistem pemadam kebakaran fire hydrant yang terpasang dengan baik.

Jenis Pompa Hydrant Sesuai Standar NFPA

Perlu Anda ketahui bahwa peralatan dan komponen yang dipakai dalam sistem pemadam kebakaran memanfaatkan hydrant sudah seharusnya memiliki standarisasi produk maupun instalasi. Dengan begitu, semua alat yang dipakai dan dipasang sudah disesuaikan dengan standar keamanan dan keselamatan. Baik untuk penggunanya maupun orang lain yang ada di sekitarnya. Dengan peralatan semacam itu, tidak perlu dikhawatirkan lagi kerusakan ataupun kendala teknis yang berarti saat proses memadamkan kebakaran.

National Fire Protection Assocaition (NFPA) merupakan sebuah lembaga atau asosiasi Internasional yang didirikan bertujuan untuk melindungi bahaya akan kebakaran dari banyak orang. Dalam arti, peralatan yang dipakai dalam memadaman kebakaran harus berstandar minimal dari NFPA. Sementara itu, jenis pompa hydrant yang digunakan dalam sistem pemadam kebakaran harus mengacu pada kode NFPA-20. Berisi mengenai standar instalasi stationary mengenai pompa kebakaran (fire pump) untuk memadamkan kebakaran.

Jenis Pompa Hydrant Apa Saja Yang Perlu Dipasang?

Menurut standar NFPA-20, ada tiga pompa hydrant yang harus terpasang dalam instalasi sistem fire hydrant modern seperti sekarang. Untuk lebih jelasnya, silakan membaca informasi di bawah ini.

Electric pump

Electric pump atau pompa elektrik sebagai pompa utama di sistem fire hydrant. Digerakkan oleh tenaga listrik yang berfungsi memompa air yang disedot tandon air atau reservoir, yang kemudian disalurkan ke hydrant valve, fire hydrant, maupun sprinkler. Ketiga macam cara pemadaman tersebut bisa dimaksimalkan jika ada electric pumpu berkualitas terbaik.

Pompa hydrant yang satu ini tentu saja memiliki spesifikasi dan kapasitas beragam. Tergantung dari model dan tipenya masing-masing. Electric ini mampu menyedot air dengan tekanan tinggi. Dengan begitu, air dapat dipancarkan secara maksimal untuk menjangkau api di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau.

Diesel pump

Diesel pump atau pompa air bertenaga diesel. Fungsi utamanya sebagai back up atau cadangan jika electric pump bermasalah. Misalnya, terjadi pemadaman listrik di lokasi kebarakan, sehingga pompa utama tidak bisa difungsikan. Pasalnya, sangat mungkin pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) mematikan aliran listrik di wilayah yang terjadi kebakaran, apalagi kobaran apinya cukup besar. Hal itu bertujuan agar api tidak membuat konsleting jaringan listrik di instalasi lainnya karena bisa berdampak buruk.

Bila pompa elektrik tidak bisa dinyalakan, masih ada pompa diesel sebagai cadangannya. Fungsi utama di sistem fire hydrant juga sama dengan electric pump. Pompa diesel semacam ini juga harus berstandar NFPA-20.

Jockey pump

Inilah jenis pompa hydrant ketiga yang perlu terpasang. Bentuknya lebih kecil dari electric atau diesel pump. Biasanya dipasang secara vertikal dalam sistem instalasi fire hydrant. Fungsi dari jockey pump adalah menjaga sekaligus menstabilkan tekanan air di dalam pipa. Jika tekanan stabil, maka air yang disedot dan disalurkan tidak ada masalah dalam volumenya. Namun jika tekanannya tidak stabil, sangat mungkin mengganggu hingga merusak komponen di dalam electric maupun diesel pump. Oleh karena itulah, jockey pump memang penting dan vital untuk dipasang.

Pengadaan Jenis Pompa Hydrant

Ketiga jenis pompa hydrant seperti ditulis di atas harus berstandar NFPA-20. Selain itu, ketiganya juga harus dipasang dengan baik dan benar agar fungsi dari tiap pompanya bisa dimaksimalkan. Untuk bisa mendapatkan dan memasangkan ketiga pompa hydrant itu, Anda yang membutuhkannya harus menghubungi pihak professional, berpengalaman, dan kompeten dalam bidang ini, dan PT. Cahaya Sakti Mandiri adalah solusinya.

Pompa Centrifugal, Pengertian dan Klasifikasinya

Pengertian

Pompa Centrifugal atau pompa pusingan adalah suatu mesin yang terdiri dari satu kesatuan (satu set) impeller / kipas yang berputar didalam tabung. Ada beberapa klasifikasi / penggolongan pada pompa centrifugal, diantaranya yaitu :

A. Pompa Centrifugal Berdasarkan Letak Poros / Shaft

Di tinjau dari letak poros atau letak Shaft, pompa centrifugal dibedakan menjadi 2 (dua) bagian :
Pompa Horizontal, yaitu pompa yang letak porosnya sejajar dengan kaki-kaki (baseplate) pompa.
Jenis pompa ini antara lain :
1. Pompa Horizontal dengan kaki di bawah kursi bantalan.
2. Pompa Horizontal dengan kaki di bawah rumah pompa.
3. Pompa Horizontal Centre Line Mounted
    Digunakan pada Fluida yang mempunyai suhu tinggi dan dapat mengakibatkan
    pemuaian pada material.
    Untuk menghindari pompa menjadi bengkok di atas pondasi, maka dibuat
    penunjang pompa pada sumbu horizontal.
4. Pompa Horizontal Monoblock (Close Coupled)
    Dilakukan untuk membatasi ukuran pompa dan motor, maka pompa motor ini
    dipasang bergandengan sebagai satu kesatuan. Biasanya kipas pompa dipasang
    pada poros motor, atau secara terpisah menggunakan Sleeve Cooling dan Motor
    Standard.
5. Pompa Horizontal In-Line (Close Coupled)
    Pompa ini tanpa baseplate (penunjang), akan tetapi pompa ditopang pada saluran
    pipa. Sehubungan dengan bobotnya, maka kapasitas dari jenis pompa ini relatif
    kecil (terbatas).
Pompa Vertical, yaitu pompa yang letak porosnya tegak lurus dengan kaki-kaki (baseplate) pompa.
Jenis pompa ini antara lain :
1. Pompa Vertical In-Line
2. Pompa Submersible (pompa benam) dengan pipa pelindung yang terpisah.
    Biasanya pelumasan bantalan poros dengan oli.
3. Pompa Submersible (pompa benam) dengan pipa pelindung poros dan pipa tekan
    sebagai satu bagian (tergabung). Biasanya pelumasan bantalan poros
    menggunakan cairan yang dipompa.
4. Pompa Submersible (pompa benam) dimana pompa dan motornya sama-sama
    dibenamkan dalam fluida.

B. Pompa Centrifugal Berdasarkan Letak Pompa

Di tinjau dari letak pompa, pompa centrifugal dibedakan menjadi 2 (dua) bagian :
1. Dry Tipe (Tipe Kering)
    Untuk tipe ini, pompa ditempatkan pada tempat kering tanpa dibenamkan pada
    fluida yang akan dipindahkan. Jadi dibutuhkan pipa hisap sebagai
    penyambungnya.
2. Wet Type (Tipe Basah)
    Untuk tipe ini, pompa ditempatkan langsung atau dibenamkan pada fluida yang
    akan dipindahkan. Tipe pompa ini masih diklasifikasikan lagi menjadi 2 bagian,
    yaitu :
a. Submersible Pump : Pompa terbenam pada fluida akan tetapi motor
    penggeraknya tidak dibenamkan
b. Submersible Motor Pump : Pompa dan motor penggeraknya sama-sama
    dibenamkan dalam fluida yang akan dipindahkan

C. Pompa Centrifugal Berdasarkan Sistem Penghisapan

Di tinjau dari cara kerja, pompa centrifugal diklasifikasikan menjadi 2 (dua) bagian :
1. Centrifugal Self Priming Pump
    Pompa dengan tipe ini dirancang agar mampu memberikan kevakuman tertentu
    terhadap instalasi suction / hisap. Dengan kata lain bahwa operasi pompa tidak
    selalu membutuhkan air pancingan pada instalasi Suction.
    Catatan :
    Sebaiknya ujung bawah pipa suction diberi Foot Valve, dan diberi air pancingan
    pada saat pertama kali pompa dioperasikan (Trial Run).
2. Centrifugal Non-Self Priming Pump
    Pompa dengan tipe ini dirancang agar mampu memberikan kevacuman tertentu
    terhadap instalasi suction / hisap. Dengan demikian pompa ini membutuhkan
    cairan yang penuh pada instalasi atau pipa suction pada setiap operasi.
Demikian sedikit pengetahuan tentang pompa centrifugal, jangan ragu untuk menghubungi PT. Cahaya Sakti Mandiri untuk kebutuhan pompa-pompa Anda.
pompa-hydrant

pompa-hydrant
pompa-centrifugal
pompa-ebara

Pompa Hydrant

pompa-hydrant

pompa-hydrant

pompa-hydrant

pompa-hydrant

Pengertian Pompa Hydrant

pompa hydrant adalah seperangkat alat atau mesin pompa yang berfungsi untuk memadamkan api pada saat terjadi kebakaran di suatu bangunan.

Hal-hal yang mendasari perlunya pompa hydrant harus selalu ada pada suatu gedung adalah mengacu pada standar Dinas Pemadam Kebakaran.  Dimana di Indonesia kapasitas minimal untuk pengadaan pompa hydrant umumnya adalah 500 USGPM  atau 1900 liter per menit, dengan total head atau pressure minimal yaitu 60 meter ke atas (6 bar).

Tipe pompa yang digunakan untuk hydrant biasanya menyesuaikan kebutuhan di lapangan, atau berdasarkan spesifikasi yang sudah ditentukan oleh konsultan perencana. Biasanya tipe-tipe yang sering digunakan yaitu : Centrifugal End Suction, Horizontal Split Case, Vertical Turbine, Vertical Multistage dan Horizontal Multistage. Semakin tinggi atau luas suatu area yang akan di Cover oleh pompa hydrant, maka akan semakin besar pula kapasitas dan total head yang dibutuhkan untuk area tersebut. Dan itu akan mempengaruhi pemilihan pompa tipe seperti apa yang sebaiknya digunakan.

Jenis-jenis Pompa Hydrant

Dalam urutan kerja, paket pompa hydrant terdiri dari 3 jenis, yaitu :

1. Pompa Jockey Hydrant (Jockey Hydrant Pump)

Jockey Hydrant Pump atau pompa pacu adalah pompa bertekanan tinggi yang difungsikan untuk menjaga kestabilan tekanan air pada jaringan hydrant. Pompa ini difungsikan secara otomatis, yang menyala atau matinya pompa tersebut didasarkan pada naik turunnya tekanan air pada jaringan hydrant. Adapun tinggi dan rendahnya Pressure yang diinginkan dapat diatur atau di-setting pada Pressure Switch yang terhubung pada Control Panel pompa jockey.

2. Pompa Elektrik Hydrant (Main Electric Hydrant Pump)

Main Electric Hydrant Pump merupakan alat utama yang akan beroperasi jika terjadi kebakaran, akan menyala secara otomatis apabila katup atau valve pada jaringan pipa hydrant dibuka, dan jika ingin mematikan pompa elektrik hydrant harus dengan cara manual melalui Control Panel.

Pompa ini bekerja berdasarkan turunnya tekanan air pada jaringan pipa hydrant yang diatur juga pada Pressure Switch, dimana titik ON pada elektrik hydrant harus selalu diatur atau di-setting di bawah titik ON jockey.

3. Pompa Diesel Hydrant (Diesel Hydrant Pump)

Diesel Hydrant Pump juga merupakan alat utama yang dipersiapkan sebagai Back Up (cadangan) dari pompa elektrik hydrant. Pompa ini hanya akan beroperasi jika pompa elektrik hydrant tidak bekerja, atau Pressure pada jaringan pipa hydrant turun hingga titik ON terendah pada Pressure Switch. Karena itulah titik ON diesel hydrant di-setting di bawah titik ON dari elektrik hydrant. Dalam sistem kerjanya, diesel hydrant hanya dapat dimatikan dengan cara manual melalui Control Panel atau menutup pasokan bahan bakar dari Diesel Engine (penggerak pompa diesel hydrant).

Sistem kerja pompa hydrant tersebut merupakan sistem kerja yang telah disetujui oleh Dinas Pemadam Kebakaran Nasional Indonesia dan Internasional.